Read, With the Name of Your Lord Who Created

I Am Not The Special One

Posted by triaslama on August 21, 2008

Saya masih ingat ketika Jose Mourinho -pelatih klub sepakbola Inter Milan dan mantan pelatih Chelsea- pertama kali datang ke Inggris untuk melatih klub Chelsea. Ketika diwawancarai media dia berkata kurang lebihnya “I am the Special One“. Beberapa tahun kemudian saat dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Chelsea salah satu media olahraga menulis tentang pengunduran dirinya dengan judul headlineOne Special Gone“. Kalau saja Jose Mourinho berkata “I am not the special one” dan bukannya “I am the special one” mungkin koran dengan headline “One Special Gone” tidak akan pernah ada.

Ketika salah satu keponakanku yang masih kecil bertanya, kalau tidak salah begini “Om udah punya pacar?”. Pertanyaan sederhana tapi bagiku agak berat menjawabnya akhirnya kujawab saja “Belum”. mendengar jawabanku yang seperti itu dia langsung menyambung lagi “Sama dong, aku juga lagi nyari”. Wah anak ini, masih kecil kok udah mikir pacaran segala. Begini nih pengaruh negatif dari pergaulan dan mungkin juga TV pada era informasi ini.

Aku kadang juga ditanya sama kakak iparku (karena aku sekarang tinggal serumah dengan kakak) “Kamu memang belum punya calon istri ya?”. Jawabannya lebih enak kalau aku diam saja (tentunya kalau diam itu juga dikategorikan sebagai jawaban lho), tapi kalau terus – terusan ditanya gimana ya? Kalau ibuku sampai mengajukan pertanyaan yang kira – kira sama gimana ya?

Tentunya belum punya pacar itu tidak berarti kalau kita tidak akan punya istri dan tidak berarti juga kalau kita tidak berencana menikah. Kalau belum ada wanita yang kira – kira menetap dihati ya sabar aja dulu, mungkin jodohku memang belum datang (anggap saja ini pembelaan dari saya). Yang jelas saya punya alasan mengapa sampai sekarang saya tidak pacaran.

Terus apa dong hubungan antara The Special One dan pacaran? Ketika pertanyaan serupa menderaku lagi mungkin ini saja dulu jawabanku “I am not the only one“, ya saya bukan satu – satunya orang yang belum pacar. Kalau belum puas dengan jawaban itu? Ya jawab saja “maybe I am not the special one“, ya mungkin saja saya ini bukan orang yang terlalu spesial jadi wajar kan kalau orang biasa – biasa saja belum punya calon istri sampai sekarang, he he..

Kenapa ungkapan “I am not the special one” terkadang saya anggap sangat bagus? Karena ungkapan itu membuatku lebih nyaman dan mengingatkanku bahwa aku adalah orang biasa saja.

Karena saya orang biasa jadi wajar dong kalau kadang gagal kadang berhasil, terkadang saya menang tapi terkadang juga kalah. Wajar juga dong kalau saya memang belum punya pacar (tetapi InsyaAlloh saya akan punya istri).

3 Responses to “I Am Not The Special One”

  1. fuad said

    Insyaalloh kamu dapat istri yang terbaik buat kamu Tri…. Jangan lupa kalau nikah undang aku ya…

  2. awik1212 said

    dari pada mumet, jadi homo wae tri..

  3. eemoo said

    Special means extraordinary, mungkin waktu melatih chealse dia mengatakannya karena dah merasa hebat mengalahkan Sir Alex Fergusson, tetapi makin lama prestasinya menurun, jadi dia merasa lebay sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: