Read, With the Name of Your Lord Who Created

Beda Antara ‘Aku’ dan ‘Diriku’

Posted by triaslama on April 6, 2008

Saat diriku merencanakan begitu, aku mewujudkannya menjadi begini.

Suatu hari diriku punya rencana “Sebaiknya aku belajar dulu, ada artikel bagus yang perlu kupelajari”. Tapi yang terjadi? Saat aku mulai membuka komputer kubukalah internet messenger ada teman yang sudah beberapa saat tidak ketemu lagi online. Awalnya cuma ingin say hello saja, tapi rencana tinggal rencana pembicaraan ternyata berjalan lebih menarik dan lebih panjang dari yang kukira sebelumnya. Akhirnya aku nggak jadi mempelajari artikel tapi malah keterusan chatting!

Coding itu bisa sangat menyenangkan meskipun terkadang berjalan membosankan, tergantung mood-lah🙂 Suatu saat diriku lagi ada mood untuk iseng – iseng coding. Saat komputer telah ON aku pun berfikir “Blogging dulu sebelum coding ah, sekalian update blog juga. Udah beberapa saat ini blog ku nggak ku-update” Tapi apa yang terjadi? Menjelajah dunia maya bisa sangat mengasikkan dan membuat kita lupa waktu! Pertama baca – baca blog temen, kedua mungkin iseng – iseng kasih komentar, ketiga update blog sendiri, keempatnya baca – baca blog lagi, kelima keterusan deh bacanya. Akhirnya aku tidak jadi belajar coding tapi malah keasikan blogging!

Gantungkanlah cita – citamu setinggi langit! Begitu kata peribahasa dan diriku punya cita – cita “Aku ingin membuat suatu teknologi / aplikasi keren yang bisa bermanfaat bagi banyak orang”. Tapi nanti dulu saat ini aku kan masih ‘hijau’, masih kurang pengalaman, dan tentunya masih perlu banyak belajar. Jadi sebelum bisa membuat / mengembangkan suatu teknologi ataupun aplikasi yang keren ada baiknya menjadi penikmat teknologi yang sudah ada. Akhirnya percobaan pun dimulai. Coba ini, coba itu, lihat sana, lihat sini. “Wah aplikasi ini keren nih”, “Dasar orang, bisa – bisanya bikin yang kayak gini”, “Kok keren banget sih ini, terus gimana ya bikinnya?” Akhirnya sampai saat ini aku pun seolah – olah masih tenggelam dalam keheranan dan masih menjadi penikmat teknologi, masih belum cukup langkah untuk jadi innovator-nya!

Mungkin aku perlu idealitas untuk menjadi seperti diriku.

5 Responses to “Beda Antara ‘Aku’ dan ‘Diriku’”

  1. dwi Yanto said

    Tetep berjuang demi mencapai cita2 yang mulia OK!!

  2. dharma said

    Heheh…
    Tri, aku juga sering gitu….
    Semangat diawal doank…
    hehe…
    semangat…🙂

  3. triaslama said

    @ mas Dwi Yanto.
    Terima kasih mas, semoga kita (aku) tetap berjuang untuk cita – cita mulia.

    @ Dharma.
    Kita mungkin memang masih angin – angin-an ya. Jadinya ya tergantung kemana mood hati ini,🙂

  4. xtyran said

    Lam kenal….
    Iya, setuju sama smuanya.

    Seperti kata pepatah “Berpikir itu sulit, Bertindak itu lebih sulit lagi, tapi yang paling sulit adalah bertindak sesuai dengan apa yang kita pikirkan”.
    ^_^ sepertinya masalah ini sudah ada sejak jaman purbakala.

  5. triaslama said

    @ Xtyran:
    Salam kenal juga ‘Xtyran’. Betul pepatahmu itu, bertindak sesuai apa yang kita pikirkan itu memang sangat sulit. Berarti mewujudkan ‘mimpi’ itu memang tidak semudah membalik tangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: