Read, With the Name of Your Lord Who Created

Archive for the ‘General’ Category

I Am Not The Special One

Posted by triaslama on August 21, 2008

Saya masih ingat ketika Jose Mourinho -pelatih klub sepakbola Inter Milan dan mantan pelatih Chelsea- pertama kali datang ke Inggris untuk melatih klub Chelsea. Ketika diwawancarai media dia berkata kurang lebihnya “I am the Special One“. Beberapa tahun kemudian saat dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Chelsea salah satu media olahraga menulis tentang pengunduran dirinya dengan judul headlineOne Special Gone“. Kalau saja Jose Mourinho berkata “I am not the special one” dan bukannya “I am the special one” mungkin koran dengan headline “One Special Gone” tidak akan pernah ada.

Ketika salah satu keponakanku yang masih kecil bertanya, kalau tidak salah begini “Om udah punya pacar?”. Pertanyaan sederhana tapi bagiku agak berat menjawabnya akhirnya kujawab saja “Belum”. mendengar jawabanku yang seperti itu dia langsung menyambung lagi “Sama dong, aku juga lagi nyari”. Wah anak ini, masih kecil kok udah mikir pacaran segala. Begini nih pengaruh negatif dari pergaulan dan mungkin juga TV pada era informasi ini.

Aku kadang juga ditanya sama kakak iparku (karena aku sekarang tinggal serumah dengan kakak) “Kamu memang belum punya calon istri ya?”. Jawabannya lebih enak kalau aku diam saja (tentunya kalau diam itu juga dikategorikan sebagai jawaban lho), tapi kalau terus – terusan ditanya gimana ya? Kalau ibuku sampai mengajukan pertanyaan yang kira – kira sama gimana ya?

Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted in General, Six Sense | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Olimpic Games 2008: First Gold Medal for Indonesia

Posted by triaslama on August 16, 2008

I would like to say congratulations for Indonesia Badminton double men’s pair, Markis Kido and Hendra Setiawan for their achievement in Beijing 2008 Olimpic Games. Because of them our nation get the first gold medal in Beijing 2008 Olimpic Games.

Markis Kido & Hendra Setiawan

Markis Kido & Hendra Setiawan

In final match, Markis Kido/Hendra Setiawan beats China double men’s pair Cai Yun/Fu Haifeng in three sets 12-21, 21-11, 21-16. Lose in first set Kido/Setiawan revived in the next two sets and won the final match against Cai/Fu.

This victory is special, because a day later -August 17, 2008- is the independence day of Indonesia. So I think Kido and Setiawan has gift our nation special reward (first gold medal for Indonesia team in Olimpic 2008). Although now I am rarely play badminton (or maybe just ‘never play Badminton again’) but I am still Badminton fans, especially for Indonesia team.

I hope this is not the only one gold medal for Indonesia in this Olimpic Games. Once again, congratulations for Kido/Setiawan and keep fighting guys!

Posted in General, News | Tagged: , , , , , , , , | 5 Comments »

Sedang Dalam Masa Transisi

Posted by triaslama on August 11, 2008

Saat ini saya sedang dalam masa transisi (peralihan), untuk beberapa hal saya memang ingin memulai lagi dengan lebih baik. Contohnya nge-blog, belakangan ini saya benar – benar nggak mood (kalau mau jujur nggak pingin) untuk nge-blog, padahal dulu tidak begini.

Sudah di depan komputer dan menjelajah dunia maya, terkadang malah terpikir “sekarang aku nggak pingin nge-blog dulu, nggak pingin ngurus blog dulu”. Sehingga jadilah untuk beberapa saat terakhir ini posting-an di blog ini terkesan seadanya (dan memang begitulah kenyataannya). Akhirnya pagi ini aku berusaha untuk mengakhiri beberapa saat yang seolah seperti kehilangan orientasi ini, sempat kepikiran nulis tentang Ilmu Komputer dan Matematika tapi karena kupikir aku sedang dalam masa transisi hal itu kutangguhkan dulu.

Read the rest of this entry »

Posted in General, Six Sense | Tagged: , , , , | 2 Comments »

NODD

Posted by triaslama on May 8, 2008

Pada hari Rabu malam kami (tim Kontinum di Depkeu) dipanggil untuk ke kantor bersama teman – teman lainnya untuk mengikuti sosialisasi dan presentasi dari CEO kami, Pak Ari Royce Hidayat, mengenai konsep NODD (No One Day Delay) wah….!!!

Dalam suasana presentasi yang santai dan didahului dengan makan malam tersebut dijelaskanlah konsep mengenai pentingnya ketepatan waktu (timeliness) dalam setiap project yang kami jalani. Singkatnya dalam setiap project ‘seharusnya’ tidak ada delay meskipun hanya satu hari saja! Sebenarnya saya merasa agak nggak enak sama bos, karena project yang kujalani memang mengalami delay 😦

Sepertinya untuk selanjutnya kami perlu untuk lebih serius! Tapi ada beberapa hal yang menarik juga, salah satunya kalau kami (khususnya para developer) mengalami kesulitan teknis maka kami sangat dianjurkan untuk langsung minta tolong. Artinya ada eskalasi penanganan dari masalah teknis yang kami alami. Eskalasi mulai dari team leader, project manager, sampai kalau perlu ke steering comittee.

Tapi, terkadang kenyataan tidak selalu berjalan seperti itu. Contohnya apa yang kami alami. Kami terkadang mengalami kesulitan koordinasi untuk menyampaikan pengaduan untuk masalah teknis. Mulai dari framework yang kadang – kadang bertingkah aneh, sampai bugs (dari yang kecil sampe yang serius) yang tiba – tiba muncul. Akhirnya terkadang kami menggunakan metode LuKi (Loe Kira – Kira aja Sendiri) 🙂 Meskipun terkesan bercanda tetapi metode LuKi atau Trial and Error terkadang memang bisa mengatasi masalah. Beberapa kendala teknis misalnya berhasil kami atasi dengan cara: coba, error, dan coba lagi.

Hari pertama setelah menjalani presentasi tentang NODD, aku mencoba untuk melakukan hal – hal yang diharapkan bisa selesai pada saat rapat hari senin besok (12 Mei). Tapi godaan memang banyak ya, saat sore tiba akhirnya akupun berkata pada dua orang teman disana kurang lebihnya “Kita pulang jam berapa? pulang sekarang aja yuk.” Sesampainya di rumah aku pun berfikir “PeDe banget aku ngajakin pulang cepet, padahal target untuk senin masih beberapa belum selesai!” Sepertinya hari Jum’at ini kami perlu habis – habisan!

Maaf bos! Dengan requirement yang terus berkembang mulai dari perbaikan dari yang sudah ada, penambahan hal – hal baru dan kendala teknis yang lain, sepertinya kami masih akan mengalami delay 😦

Posted in General, Miscellaneous, Six Sense | Tagged: , , , | 4 Comments »

Rendezvous in Jogja

Posted by triaslama on March 24, 2008

Kembali ke tempat dari mana kita berasal biasanya akan banyak membangkitkan kenangan dan merupakan hal yang di nanti – nantikan. Waktu liburan telah membuka kesempatan bagiku untuk mengunjungi kembali Jogja (Yogyakarta) -kota kesayanganku-.

Pulang ke Jogja juga membuatku berkesempatan untuk bertemu kembali dengan Ibuku, keluarga – keluarga ku dan juga teman – teman ku. Memang ada yang berubah pada mereka setelah beberapa saat kami tidak bertemu, tetapi perubahan memang suatu keniscayaan seiring dengan terus berjalannya waktu.

Sepertinya saat ini Jogja menjadi semacam rendezvous (tempat berkumpul) bagiku, tempat untuk bertemu kembali dengan orang – orang dekatku yang saat ini harus terpisah oleh jarak seiring kepindahanku ke Jakarta. Berikut ini sajian “rendezvous in Jogja” yang kujalani:

Berkumpul Dengan Keluarga
Liburan kali ini bertepatan dengan rangkaian acara pernikahan salah seorang sepupuku, sehingga terciptalah sebuah reuni keluarga, bertemu kembali dengan ibu, bulik, om, sepupu, serta keponakan – keponakanku. Saat melihat salah satu keponakanku yang masih kecil kuucapkan satu pertanyaan: ‘kamu masih ingat aku ngga??’ Alhamdullilah dia menjawab dengan cepat ‘masih!’, sambil menampakkan senyumnya dan menyebut namaku. terima kasih karena kamu tetap menempatkanku pada pikiran dan jiwa kecilmu meskipun kita sekarang jarang ketemu. Untuk sepupuku yang baru menikah semoga Allah memberkahi pernikahan kalian dan mengumpulkan kalian dalam kebaikan, amin. Sementara bagi yang belum menikah semoga segera dipertemukan dengan jodohnya dan dimudahkan oleh Allah untuk menikahinya ( 🙂 doa ini termasuk untukku juga tentunya), amin.

Bertemu Dengan Teman Senasib – Seperjuangan
Berada di Jogja membuatku berkesempatan menemui kembali beberapa temanku yang masih ada di kota ini. Kali ini aku berkesempatan untuk mengunjungi CEO dan CTO dari ScholarsCamp (Wim dan Fuad), balada anak muda yang memulai entrepreneurship mereka pada bidang Teknologi Informasi. Selamat berusaha untuk mewujudkan impian dan cita – cita kalian. Selain itu aku juga berkesempatan mengunjungi teman latihan kung fu. Teman sependeritaan ketika kami dulu sama – sama “disiksa” dalam rangka menjalani latihan menjadi seorang “pendekar kung fu” (he..he.. & tentu saja aku masih sangat jauh dari itu). Yang mengejutkan di akhir pertemuan kami, aku dihadiahi video – video kung fu klasik! Akhirnya datang juga yang kunanti – nanti. Film – film kung fu atau beladiri secara umumnya terkadang karena terlalu menitik beratkan unsur entertainment, menjadi agak mengkaburkan unsur beladirinya. Terima kasih untuk Aswin yang telah mencari & mengumpulkannya, serta Wahyu yang telah memberikan videonya kepadaku.

Mengunjungi Tempat – Tempat “Bersejarah”
Sesaat pikiranku melayang ke masa lalu saat aku menyusuri jalan – jalan sekitar kampus, sesaat terbayang saat aku masih kuliah, “Aku dulu sering sekali lewat sini” begitu kata hatiku saat itu. Saat aku melewati kos – kosan teman dimana penghuninya sudah tidak lagi ada di dalamnya dalam hati aku berujar “Dulu aku berkali – kali kesini”. Bagiku ada banyak tempat mengesankan di Jogja, dan mungkin terlalu banyak untuk diceritakan satu persatu disini.

Perjalanan yang mengesankan, sekaligus liburan yang menyenangkan. Semoga kenanganku akan masa laluku, kotaku, serta para penghuninya tidak membuatku terbelenggu dalam masa lalu. Setiap hari yang baru akan menuntut tanggung jawab baru untuk diselesaikan, dan semoga apa yang kuingat akan masa lalu membuatku lebih siap untuk menatap dan menghadapi masa depan. Amin…

Posted in General, Miscellaneous | 10 Comments »

Nasehat Dari Bunda

Posted by triaslama on March 4, 2008

Tulisan ini dibuat untuk memudahkan saya merangkum & mendokumentasikan sebagian kecil dari nasehat yang pernah diberikan oleh ibu saya dan mungkin juga nasehat yang sering diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Sekaligus sebagai bahan perenungan bagi saya untuk lebih menghormati sosok ibu sebagai manusia yang sangat banyak jasanya dalam hidup kita.

Berikut ini sebagian nasehat ibu saya yang pernah beliau berikan dan masih saya ingat:

1. Bunda mengajarkan kepadaku kesederhanaan.
Bunda pernah berkata kurang lebih “Jika kita saat ini tidak mampu untuk membeli atau memiliki sesuatu berarti kita diperintahkan untuk mensyukuri apa yang saat ini kita punyai dan hidup sederhana dengan apa yang sekarang kita punya”. Memaksakan untuk memiliki sesuatu yang diluar kemampuan kita tanpa dilandasi dengan kesabaran dan perjuangan yang benar untuk memperolehnya akan cenderung membuat kita mengejarnya dengan segala cara, bahkan dengan cara yang curang sekalipun! Korupsi, menipu, mencuri, dan banyak lagi. Negeri ini sudah memiliki terlalu banyak masalah, kita tidak perlu menambah panjang daftar permasalahannya.

2. Bunda mengajarkan kepadaku perjuangan.
Setelah ayahku meninggal maka ibuku harus menjadi ‘Single Parent’ bagiku. Terasa sekali beratnya sendirian menjadi orang tua terlebih aku anak yang masih sering menyusahkan dan merepotkan ibuku. Tetapi hari demi hari terus beliau jalani meskipun banyak persoalan yang harus dihadapi. Beliau tidak pernah bilang secara langsung tetapi aku merasa yakin bahwa aku adalah salah satu motivasi bagi beliau untuk terus bertahan. Hal ini sering membuatku merasa bersalah karena aku belum berbuat banyak untuk ibuku.

3. Bunda mengajarkan kepadaku kesetiaan.
Pada saat aku sudah bekerja di Jakarta aku akan mengikuti tes di suatu perusahaan yang cukup ternama dan kebetulan ibuku saat itu sedang berada di Jakarta. Saat aku akan berangkat ibuku bertanya kurang lebihnya “Kalau kamu diterima disitu pekerjaanmu yang sekarang akan kamu tinggal?” Aku menjawab kurang lebih “Iya, kalau yang ini gajinya lebih besar dari pekerjaanku sekarang”. Beliau kemudian berkata kepadaku kurang lebih “Kita tidak boleh memilih suatu kerja hanya dengan pertimbangan bayaran yang akan kita terima”. Perkataan itu membuatku berfikir, bukankah aku sudah diterima dengan baik ditempat kerjaku yang sekarang? kalau begitu sudah semestinya jika aku datang dan diterima dengan baik – baik maka aku ingin pergi secara baik – baik juga. Jika seseorang sudah menaruh kepercayaan kepada kita, maka sepantasnya kita membalasnya dengan kepercayaan yang sama atau kalau bisa yang lebih baik.

4. Bunda mengajarkan kepadaku kesetaraan.
Bunda sering berpesan agar aku tidak membedakan perlakuan hanya berdasarkan status sosial, misalnya si A kaya maka dia kita perlakukan secara istimewa sedangkan si B miskin maka dia boleh kita rendahkan. Karena dunia ini berputar orang yang saat ini kaya atau mulia belum tentu selamanya akan seperti itu, begitu juga sebaliknya. Selain itu perlakuan yang terlalu membeda – bedakan itu menyakitkan. Bagaimana perasaan anda jika anda diundang ke suatu jamuan makan, lalu anda disuguhi makanan yang berbeda (yang lebih buruk) dengan yang dimakan oleh teman disamping anda hanya karena anda memiliki status sosial atau kekayaan atau kedudukan yang berbeda?

Demikianlah beberapa nasehat yang pernah saya terima. Sungguh hal – hal diatas merupakan sesuatu yang mudah untuk kita ucapkan tapi sangat berat untuk bisa kita lakukan dengan benar. Entah berapa banyak yang akhirnya akan dapat saya kerjakan dengan baik.

Melalui tulisan ini juga kusampaikan permohonan maaf setulus hati kepada ibuku, permohonan maaf dari seorang anak yang masih terlalu banyak membantah.

Tri Sugiyantowo.

Posted in General, Miscellaneous | Leave a Comment »

Selamat Idul Adha 1428 H – Ketika Pengorbanan Terasa Begitu Berat

Posted by triaslama on December 24, 2007

Pada hari Jum’at 20 Desember 2007 (ada juga yang memperingati hari Kamis 19 Desember 2007), umat Islam di Indonesia memperingati hari raya Idul Adha. Hari raya terbesar bagi umat Islam tersebut mengandung makna historis yang berlangsung berabad – abad silam, dimana nabi Ibrahim a.s. mendapat wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putranya Ismail a.s.

Sungguh suatu pengorbanan yang sangat berat, dimana seorang ayah harus menyembelih putra kesayangannya sendiri yang telah lama dinanti – nantikan kehadirannya. Tetapi sungguh luar biasa keimanan nabi Ibrahim a.s. -shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada beliau- beliau mampu melewati ujian tersebut tersebut tanpa mengeluh. Begitupun dengan sang anak, Ismail a.s. -shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada beliau- keikhlasan luar biasa yang ditampilkan oleh nabi Ismail a.s. pada saat ayahnya berkata tentang wahyu yang diterimanya melalui mimpi. Jawaban yang diberikan nabi Ismail a.s. ketika itu yang mempersilahkan ayahnya untuk melaksanakan perintah yang didapatnya yang disampaikan melalui mimpi. Sungguh seorang anak yang luar biasa, yang merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba – hamba Allah SWT yang terpilih.

Setelah nyata keikhlasan nabi Ibrahim a.s. dan nabi Ismail a.s. untuk melaksanakan perintah Allah dan nabi Ismail telah diletakkan pada tempat penyembelihan, maka Allah menyelamatkan nabi Ismail dan diganti-Nya dengan seekor domba.

Peristiwa tersebut menjadi dasar disyariatkannya qurban yang harus dilaksanakan setiap umat Muslim yang mampu.

Berabad – abad telah berlalu dari peristiwa tersebut, sekarang bagaimana kita -lebih khusus saya- meneladani sikap pengorbanan yang telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim a.s. Jangankan untuk berkorban sesuatu yang sangat kita senangi, pengorbanan yang sederhana saja seringkali masih terasa berat untuk diri ini.

Banyak harapan terlintas setiap kali hari raya Idul Adha datang dan semoga harapan tersebut tidak berlalu begitu saja, serta semoga Allah SWT melapangkan hati dan jiwa kita sehingga kita dapat menjadi manusia dengan jiwa besar sebagaimana telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim a.s. dan putranya -Ismail a.s.-

Tri Sugiyantowo (triaslama)

Posted in General | Leave a Comment »