Read, With the Name of Your Lord Who Created

Degradasi Nilai Kemanusiaan

Posted by triaslama on May 1, 2008

Seorang pria Austria bernama Josef Fritzl menyekap puteri kandungnya selama 24 tahun di ruang bawah tanah rahasia rumahnya. Bukan cuma itu, dia melakukan perbuatan incest dengan puteri kandungnya tersebut. Sebagai akibatnya puterinya melahirkan tujuh orang anak! Kakek tua ini benar – benar mengalami degradasi nilai – nilai kemanusiaan. Perbuatannya seperti binatang yang menghamili keturunannya.

Seorang ibu yang membunuh anak – anaknya sendiri, setelah itu dia sendiri mengakhiri hidupnya. Seorang suami membunuh isterinya sendiri, setelah itu dia bunuh diri. Sungguh tragis, singa sekalipun tidak ada yang memangsa anak kandungnya.

Seorang koruptor yang mengambil uang rakyat sampai bermilyar – milyar rupiah atau lebih. Seekor binatang hanya akan mengambil sebatas apa yang diperlukannya. Misalnya seekor burung yang hanya mengambil beberapa bulir bijih padi setelah itu dia akan pergi. Tapi koruptor tadi? Dia mencuri dengan maksud sebagai persediaan bagi tujuh turunannya!

Sewaktu di kampung dulu guru ngaji kami pernah berkata pernikahan itu sesuatu yang membedakan antara manusia dan hewan. Jika hanya nafsu hewan juga punya, jika kita melakukan perzinaan atau melegalkan perzinaan terus apa bedanya manusia dengan hewan?

Dengan kenyataan seperti itu benarkah bahwa manusia itu adalah makhluk yang paling mulia, makhluk yang paling tinggi derajatnya, atau makhluk yang paling sempurna??? Sebaiknya kita simak firman Allah SWT yang tertuang dalam Al Qur’an, terjemahannya kurang lebih seperti berikut ini:

4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. 5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah – rendahnya. 6. Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus – putusnya”
(Qur’an, surah At-Tin: 4,5,6)

Jadi kita perlu menyadari bahwa predikat sebagai ciptaan yang sebaik – baiknya mempunyai syarat. Ketika kita tidak memenuhi syarat tersebut derajat kita mungkin tidak ada bedanya dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain (binatang) bahkan mungkin malah lebih rendah lagi!!!

Allah SWT menurunkan manusia ke bumi ini sebagai Kholifah, pengelola yang akan memakmurkan bumi ini. Jadi kalau kita bertanya siapakah makhluk yang paling banyak mewarnai bumi ini? Tidak diragukan lagi jawabannya adalah manusia! Tapi pertanyaannya dengan warna yang seperti apa kita mewarnai bumi?

Apakah dengan ketidakadilan? penindasan? dengan darah yang tertumpah untuk kepentingan duniawi? atau dengan perbuatan – perbuatan yang merendahkan dan men-degradasikan nilai – nilai kemanusiaan??

Bukankah seharusnya kita mengambil warna yang lain. Menegakkan keadilan. Menjaga, melestarikan dan mengelola bumi untuk kesejahteraan, serta menghentikan pengaturan atas dasar hukum rimba.

Kemusyrikan, kekafiran, pembunuhan tanpa alasan yang benar, perzinaan, kedurhakaan, pencurian, penipuan, kebohongan, dan segala perbuatan terlarang lain pada dasarnya adalah degradasi bagi nilai – nilai kemanusiaan. Setiap perbuatan dosa yang kita lakukan akan membuat tingkatan/martabat/derajat kita turun. Pada tingkatan yang sangat rendah derajat kita tidak ada bedanya dengan binatang bahkan mungkin malah lebih rendah lagi.

Kita sangat perlu untuk memahami apa yang membuat seorang manusia menjadi makhluk yang mulia, sekaligus apa yang bisa membuat kita menjadi makhluk yang sangat hina.

3 Responses to “Degradasi Nilai Kemanusiaan”

  1. nonasheila said

    wah, saya juga tau brita yang bapak incest itu, liat mukanya disalah satu situs brita serem betul, mukanya bener2 kayak orang kelainan.

    berita yang saya dapat di forum malah ada yang sama parahnya, guru ngaji mencabuli 26 anak didiknya, 26 loo, gila gak. guru ngaji malah. ckckckck….

    makanya kadang kala memang manusia itu lebih buas daripada setan ato hewan. sapa yang pernah bikin holocaust kalo bukan cuman manusia.

  2. triaslama said

    Ternyata ada ya Sheila guru yang mencabuli muridnya? Kalau memang benar begitu dia bukan guru, cuma orang yang mengaku sebagai guru.

    Sejak dulu manusia itu kayaknya memang suka bikin masalah ya? Semoga bukan cuma bisa bikin masalah, tapi juga bisa menyelesaikan masalah. Amiiin…

  3. Friend said

    Sisi baik dan benar selalu ada dan akan selalu ada di muka bumi ini. Manusia ga akan pernah lepas dari itu..Kalo ga, ga mungkin manusia perlu diturunkan dari surga ke bumi untuk menjalani kehidupan ini sebagai ujian dan tolak ukur dejarat kemuliaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: