Read, With the Name of Your Lord Who Created

Terkadang Kita (Saya) Memang Keterlaluan

Posted by triaslama on April 23, 2008

Postingan ini didasarkan pada cerita dari teman sekantor saya Anthony (thanks berat untuk kisahnya ya) dan apa yang saya alami.

Teman saya tersebut pernah bercerita kurang lebihnya begini:
Di suatu tempat ada sebuah toko baju. Toko tersebut mempunyai pelayan wanita, suatu hari ada seorang ibu miskin yang melihat toko tersebut dan mengamati baju – baju yang ada di dalamnya. Melihat ibu tersebut mengamati baju – baju pada toko tersebut dihampirilah ibu tersebut oleh pelayan wanita itu. Dengan tersenyum disapalah ibu miskin tersebut “Mari bu, silahkan masuk. Ibu mau coba yang mana?” Setelah ibu tersebut memilih diambilkanlah baju yang dipilih oleh ibu tersebut. Satu baju, dua, tiga, sampai ada beberapa baju yang dicoba oleh ibu tersebut.

Dari kejauhan ada seseorang yang mengamati pelayan wanita itu dengan kebingungan. Kenapa pelayan wanita tersebut sangat ramah dan baik kepada ibu tersebut? Sampai – sampai beberapa baju yang ingin dicobanya diambilkan juga oleh pelayan wanita itu. Bukankah ibu tersebut tidak mungkin membeli baju yang dijual di toko itu, dia itu kan miskin.

Karena heran ditunggulah pelayan wanita tersebut oleh orang itu. Setelah selesai melayani ibu tersebut pelayan wanita itu ditanya oleh orang itu “Anda baik sekali kepada ibu itu, dia kan orang miskin tidak mungkin membeli baju dari toko tempat anda bekerja tapi kok anda tetap mengambilkan baju yang ingin dicoba ibu itu” begitu kira – kira kata orang itu. “Ibu tadi orang miskin dan anda juga tahu hal itu kan?” begitu tambah orang itu.

Apa jawab pelayan wanita tersebut?? “Saya bekerja pada toko baju itu dan tugas saya adalah melayani setiap orang yang datang ke toko dengan baik”. “Apakah ibu tersebut mampu membeli atau tidak saya tidak berhak untuk menilainya sampai sejauh itu”.

Cerita saya potong sampai sini🙂

Gambaran saya setelah mendengar cerita itu adalah: “Pelayan tersebut wanita luar biasa”. Dia mampu mengesampingkan prasangkanya dan melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Kita (khususnya saya) masih terlalu banyak prasangka, masih terlalu curiga, terlalu jauh menilai orang, terlalu sok sibuk mengurusi sesuatu yang itu sebenarnya kurang perlu. Kita (saya) masih terlalu cepat menilai orang dari ‘kelihatannya’, terkadang sampai kepada menjelek – jelekkan orang hanya berdasarkan prasangka atau ‘katanya’. Terkadang kita (saya) belum sadar bahwa yang kita jelek – jelekan bisa jadi masih lebih baik dari kita.

Kita (saya) nampaknya belum terlalu bisa untuk belajar untuk jangan menilai orang hanya dari lahirnya, karena orang memang sering kali tidak bisa dilihat dari ‘luar’-nya saja.

2 Responses to “Terkadang Kita (Saya) Memang Keterlaluan”

  1. Sheila said

    duh, baik banget pelayannya…biasanya saya malah nyoba baju satu trus ga dibeli aja udah ngedumel pelayannya.
    tapi idup tanpa prasangka sama skali alias naif itu susah juga lo. paling ga kita harus menjaga diri lah😀 .
    Tapi kok anda tau ibu2 itu orang miskin? apakah dari penampilannya (yang compang camping mungkin)kalo gitu berarti sang pelayan sudah tau kan kalo si ibu orang miskin. saya mulanya berpikir malah kalo si pelayan sengaja membiarkan si ibu miskin nyoba2 baju karena faktor kasihan.

  2. triaslama said

    duh, baik banget pelayannya…biasanya saya malah nyoba baju satu trus ga dibeli aja udah ngedumel pelayannya.
    Sheila, orang baik itu mungkin memang susah dicari ya🙂

    tapi idup tanpa prasangka sama skali alias naif itu susah juga lo. paling ga kita harus menjaga diri lah😀
    Klo menurutku sih, tidak berprasangka buruk bukan berarti tidak menjaga diri mbak🙂

    Karena aku memotong ceritanya jadi mungkin agak kurang jelas ya? Tapi pelayan itu melayani ibu tersebut dengan baik bukan karena dia kasihan, memang karena dia itu wanita yang hebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: