Read, With the Name of Your Lord Who Created

Itu Kata Siapa?

Posted by triaslama on April 3, 2008

Terkadang subjektivitas itu perlu lho. Kadang – kadang kita perlu juga melihat siapa yang berkata. Tidak percaya??

Pernah nggak kita kepikiran atau malah keceplosan bicara seperti ini (atau setidaknya yang mirip – mirip inilah): “Kalau dia sih nggak mungkin seperti itu!”, “Aku tidak percaya kalau dia pelakunya, nggak mungkin banget!”, “Kalau dia yang berkata aku percaya!”. Kalau pernah berarti secara tidak langsung kita telah bertindak subjektif dengan menilai berdasarkan orang yang melakukan dan sedikit mengesampingkan perbuatan yang dilakukan. Secara tidak langsung juga maka anda setuju dengan pendapat saya tadi he..he..

Tapi menurutku subjektif itu kadang memang perlu! Bukan hanya saat ini bahkan sejak zaman dulu! Silahkan tengok sejarah. Sahabat nabi Abu Bakar ra. langsung mempercayai kisah Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW karena cerita itu disampaikan oleh nabi sendiri. Abu Bakar ra. tau betul dan yakin bahwa lisan seorang nabi tidak mungkin berbohong meskipun hal yang diceritakan itu sangat tidak mungkin menurut akal manusia!

Jika seorang ahli ekonomi berkomentar mengenai ekonomi tentu akan lebih banyak orang yang mendengar dan mempercayai perkataannya dibandingkan jika pernyataan tersebut dikeluarkan oleh seorang mekanik. Diagnosa seorang dokter tentang penyakit pasiennya tentu akan lebih dipercayai oleh pasien tersebut daripada perkiraan seorang polisi.

Kalau ada seorang pembohong berkata sesuatu kepada kita apakah kita lantas akan mempercayainya begitu saja? Jika ada seorang koruptor besar berkhotbah tentang moral apakah kita masih mau mendengarkan ocehannya?

Terkadang (atau malah sering kali) kita harus melihat perkataan itu keluar dari mulut yang mana. Dari temankah? Dari seorang terpercayakah? Dari seorang penipukah? Dari pembohongkah? Dari tetangga yang baik hatikah? Atau dari siapakah….???

Jadi yang pertama perhatikan apa yang dikatakan. Jika itu kebohongan atau hal – hal yang tidak benar tidak usah didengarkan. Yang kedua lihat itu kata siapa. Karena kita memang perlu memperhatikan siapa yang berkata!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: