Read, With the Name of Your Lord Who Created

Pilih Formalitas Atau Intelektualitas?

Posted by triaslama on March 25, 2008

Tulisan ini saya buat karena saya “tergelitik” dengan posting-an seorang teman yang mengeluarkan ‘uneg – uneg’ yang ada di dalam dirinya melalui tulisan berikut ini. Pertama kali mungkin perlu kita sadari bahwa sebagian masyarakat kita masih sangat ‘menjunjung tinggi’ (terkadang memandang secara berlebihan) suatu gelar. Dahulu pada zaman kerajaan orang sangat menghormati dan mengharapkan gelar kebangsawanan. Waktu pun terus bergulir, zaman juga berganti. Saat ini dengan orientasi yang nyaris sama, orang berganti menjadi sangat mendambakan atau bahkan mungkin ada yang sampai ‘tergila – gila’ pada gelar kesarjanaan.

Seolah – olah hidup terasa lebih hidup jika terpampang gelar sarjana (S1, S2, S3) di depan dan di belakang namanya. Menurut saya tidak ada yang salah dengan gelar kesarjanaan yang kita sandang yang menjadi masalah justru bagaimana kita menyikapinya. Apakah selalu dapat dikatakan bahwa pemilik gelar S2 selalu lebih tinggi tingkat keilmuannya dari orang yang hanya mempunyai gelar S1? Sebagian memang begitu, tetapi sebagian yang lain tidak! Ilmu bisa didapat di mana saja, melalui jalur pendidikan informal pun juga bisa.

Satu hal yang perlu saya tekankan disini saya tidak bermaksud mengabaikan apalagi menganggap tidak penting gelar kesarjanaan, disini saya hanya tidak ingin terlarut dalam gelar yang mungkin menyertai nama saya. Gelar kesarjanaan mengandung arti keilmuan bagi orang yang mempunyai gelar tersebut, misalnya seorang dengan gelar S.Kom. (Sarjana Komputer) seharusnya lebih mengerti mengenai komputer (software komputer) dibandingkan dengan seorang Sarjana Ekonomi (S.E.). Seorang dokter sewajarnya lebih tahu masalah kesehatan dibanding seorang Sarjana Teknik (S.T.).

Tetapi memang tidak selalu seperti itu, kisah perusahaan IT raksasa seperti Microsoft, Apple, dan beberapa lainnya yang justru didirikan & dipimpin oleh orang yang justru tidak lulus kuliah S1. Hal ini menjadi bukti nyata ilmu memang tidak hanya bisa dimiliki oleh orang yang lulus kuliah dan menjadi sarjana. Yang terpenting menurutku adalah proses belajar dan eksplorasi yang kita lakukan, dan kita bisa belajar dari mana saja! Kita bukan lulusan S1, S2, atau S3 tidak lantas berarti kalau kita ini orang bodoh. Mungkin saja kita tidak lulus Sarjana karena kita lebih memilih untuk menghabiskan waktu kita untuk melakukan hal yang menurut kita lebih berguna dari pada menghabiskan waktu di bangku kuliah.

Lalu bagaimana dengan orang yang kuliah tapi merasa bahwa kuliahnya tidak berguna? Merasa bahwa dia tidak mendapat apa – apa dari kuliahnya, kuliah cuma buang – buang waktu & mungkin juga buang – buang uang, kuliah is nothing! & mungkin banyak lagi sumpah serapah yang lain. Secara umum kegagalan dalam suatu pembelajaran bisa terjadi karena banyak hal. Misalnya karena sang guru yang tidak bisa mengajar (disini saya tekankan bahwa gurunya bukan bodoh, tapi hanya saja dia mengajar dengan cara yang mungkin kurang dimengerti oleh muridnya). Alasan lain karena murid / siswa yang memang tidak tahu caranya belajar.

Untuk alasan murid / siswa yang tidak tahu caranya belajar, kita harusnya menyadari bahwa kita sudah dewasa (sudah pernah merasakan jadi mahasiswa). Sangat aneh kalau seorang dewasa harus dibimbing step by step seperti anak SD. Kalau kita tidak mengerti suatu hal tentang perkuliahan kita boleh bertanya pada dosen saat itu juga! Kalau tidak mau cara itu, kita bisa tanya teman, atau kita bisa cari sendiri jawabannya melalui cara lain! Terus kalau kita nggak mau bertanya ke teman, malu bertanya pada dosen, ataupun malas mencari sendiri jawaban pertanyaan itu –> Ini salah siapakah???

Saya tidak mau terlalu memperpanjang perdebatan seperti ini, tapi menurutku ketika kita merasa tidak mendapat apa – apa dari perkuliahan (sekali lagi ini menurutku) maka hal pertama yang perlu kita salahkan adalah diri sendiri! Salahkan diri sendiri karena mungkin tidak terlalu berusaha untuk mengerti! Hal kedua yang perlu disalahkan adalah diri sendiri! Kita ini sudah dewasa dan cobalah berhenti untuk meyalahkan orang lain atas kekeliruan yang jelas – jelas kita lakukan! Hal ketiga yang perlu disalahkan adalah diri sendiri lagi! Karena pendorong utama bagi kemajuan seseorang adalah orang itu sendiri, orang lain hanya fasilitator!

Kalau kita hanya ngomongin jeleknya orang / almamater begini dan begitu, tanpa melihat dan mengkoreksi diri kita sendiri (e.g. saya ini sebenarnya bagaimana dan seperti apa?), apakah itu cukup adil??? Di kampus kan ada perpustakaan, sudah berapa kalikah buku – buku didalamnya kita baca? Seberapa sering kita belajar? Seberapa sering kita meng-eksplorasi / ‘nggoprek’ sesuatu?? Kalau memang nggak pernah atau sangat jarang terus karena hal itu kita jadi nggak bisa –> itu salah siapa???

Akan lebih mudah kalau pada awalnya kita pahami begini, kuliah itu sarana untuk mencapai gelar sarjana. Sedangkan ilmunya akan kita peroleh melalui proses belajar selama kita kuliah. Hal ini tentu dengan catatan bahwa kita cukup belajar dan ber-eksplorasi selama kuliah. Kalau hal ini kita abaikan mungkin hanya formalitas yang akan kita dapatkan sementara intelektualitas masih jauh tertinggal di belakang.

Jadi mau pilih mana?? Gelar sarjana? Ilmu yang bermanfaat? Kedua – duanya? Atau malah tidak dua – duanya? Jawaban ada ditangan kita, setiap orang akan memilih jadi berusahalah untuk mewujudkan pilihan kita masing – masing. Semoga Allah SWT akan mempermudah kita untuk memilih pilihan yang paling benar dan membuat kita mampu mewujudkannya.

Sebuah catatan kecil Tri Sugiyantowo.

4 Responses to “Pilih Formalitas Atau Intelektualitas?”

  1. betul itu…

    menyalahkan keadaan memang bukan hal yang bijaksana. orang2 cerdas bakal selalu lebih memilih untuk menyiasati keadaan ketimbang menyalahkannya.

    ngemeng2, salah siapa ya kalo ilkomp ugm lebih ngetop gara2 lucunya? bahkan microsoft indonesia sampe mengakui hal itu, gyahahahaha!😆

    tapi kalo saya sendiri, sih, budaya lucu harus tetap dipertahankan. dengan menjadi lucu, kesan “angker” seorang IT-guy bakal tidak keliatan. dengan tidak menjadi “angker”, orang yang bakal nyaman berada di sekitar kita menjadi semakin banyak. semakin banyak manusia yang berada di sekitar kita, kita bisa menyebarkan ilmu kita yang bermanfaat dengan lebih optimal. hidup lucu!:mrgreen:

  2. Well… saya lebih suka IT guy yang lucu daripada komedian yang tidak lucu. Hahahaha…

    Hidup lucu.. pertahankan prestasi sebagai prodi terlucu di mipa (literally lucu)

  3. triaslama said

    @ Joe
    “menyalahkan keadaan memang bukan hal yang bijaksana. orang2 cerdas bakal selalu lebih memilih untuk menyiasati keadaan ketimbang menyalahkannya.”
    Aku setuju dengan pernyataan kamu ini.
    Ternyata kamu bijaksana juga ya, meskipun aku melihat kalo kamu rada narxis🙂
    “ngemeng2, salah siapa ya kalo ilkomp ugm lebih ngetop gara2 lucunya? bahkan microsoft indonesia sampe mengakui hal itu, gyahahahaha!”
    Kayaknya nggak ada yang salah, cuma menurutku yang lucu itu kamu bukan Ilkomp-nya. Aku heran lho kok kamu nggak nyoba2 utk mengembangkan bakat lucumu itu dengan ikutan API atau gabung2 grup lawak🙂
    Ya udah selamat pendadaran, dan jangan ‘ndagel’ kalo lagi sidang.

    @ Bram
    Iya.. iya.. Bram kita memang perlu menghadapi dunia ini dengan senyuman bahkan mungkin juga kelucuan, asal bisa nempatin aja kapan lucu itu harus ditampilkan🙂

  4. aduuuh…
    jangan gitu, dunk. jadi ga enak, neeh…
    ilkomp jadi prodi terlucu versi bem mipa 3 thn berturut2 itu bukan cuma gara2 saya. ini kerja temen2 ilkomp yang lain juga:mrgreen:
    pokoknya ini kerja tim!😈

    eh, tentang saya pribadi, bukannya selama ini dikembangkan? kerjaannya anak2 di kampus kan manggung main drama parodi😀 wew, ente ketauan ga pernah nonton kalo pas anak2 lagi pada manggung buat pentas amal…kekekekeke!

    dan tenang saja, saya ndak bakal ndagel pas sidang, kecuali kalo pengujinya memancing adrenalin saya, hohohoho!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: