Read, With the Name of Your Lord Who Created

Pembuatan Web Part Menggunakan Visual Studio 2005 Dan Share Point 2007

Posted by triaslama on November 27, 2007

Pembuatan dan Konfigurasi Web Part

Untuk membuat web part pada share point 2007 menggunakan Visual Studio 2005 diperlukan beberapa langkah konfigurasi sederhana. Pertama kali buat project baru pada Visual Studio 2005, pilih Create Project, selanjutnya pada Visual Studio installed templates pilih Class Library. Berikut ini langkah – langkah yang harus dilakukan untuk men-deploy web part melalui Visual Studio 2005:

  1. Pada file AssemblyInfo.cs, tambahkan code berikut:

[assembly:AllowPartiallyTrustedCallers()]

Assembly ini terletak di namespace System.Security, jadi pada bagian deklarasi namespace file AssemblyInfo.cs tambahkan namespace tersebut seperti contoh berikut:

using System.Reflection;

using System.Runtime.CompilerServices;

using System.Runtime.InteropServices;

using System.Security;

2. Pada bagian ‘Solution Explorer’ Visual Studio klik kanan Properties > Open, sehingga akan muncul jendela properties. Pada bagian Build pilih output path dengan mengarahkannya pada drive server, hal ini ditunjukkan pada gambar berikut ini:

buildjpg.jpg

Dengan mengarahkan build pada output path tersebut berarti setiap kali build atau compile untuk program yang kita buat maka proses build tersebut akan dilakukan di-drive yang disebukan pada output path tersebut (output path pada gambar diatas adalah drive tempat dimana share point 2007 berada).

3. Masih pada jendela Properties, pada tab Signing pilih checkbox untuk membuat suatu key assembly dan beri nama key tersebut, hal ini dicontohkan gambar berikut:

signing.jpg

4. Langkah selanjutnya adalah mendaftarkan assembly yang kita buat pada file web.config. File ini terletak pada virtual directory server (dalam contoh ini file web.config terletak pada drive: Z:\Inetpub\wwwroot\wss \VirtualDirectories\80). Pada web.config tambahkan beberapa informasi mengenai assembly yang dihasilkan dari kode yang telah kita tulis. Informasi – informasi tersebut meliputi: nama assembly, PublicKeyToken, namespace, dll.

 

Note: untuk memperoleh informasi mengenai assembly yang dihasilkan oleh program (meliputi nama assembly, versi, serta PublicKeyToken) gunakan suatu tools, misalnya Lutz Roeder’s .NET Reflector. Hal ini dicontohkan melalui gambar berikut ini:

lutzreflector.jpg

 

Jika langkah – langkah konfigurasi diatas telah dilakukan dengan benar, maka selanjutnya kita dapat men-deploy web part yang kita buat pada halaman web ASP.NET.

Note: kesalahan mengubah web.config dapat mengakibatkan keseluruhan aplikasi tidak berjalan, jadi selalu siapkan back-up web.config & selalu hati – hati dalam mengubah web.config.

Berikut ini contoh elemen yang harus ditambahkan dalam web.config untuk men-deploy suatu web part:

<SafeControls>

<SafeControl Assembly=”KebijakanProgramDanKegiatanDepkeu, Version=1.0.0.0, Culture=neutral, PublicKeyToken=f1a7843868cd0ddf” Namespace=”KebijakanProgramDanKegiatanDepkeu” TypeName=”*” Safe=”True” AllowRemoteDesigner=”True” />

</SafeControls>

 

Jadi intinya perlu dilakukan penambahan tag <SafeControls /> yang berisikan beberapa informasi mengenai assembly yang akan di-deploy sebagai web part.

Pada bagian selanjutnya -Insya Allah- akan dilakukan pembahasan mengenai bagaimana mem-populate suatu web part pada halaman ASP.NET. Sampai jumpa lagi.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: